Sabtu, 05 September 2015

Inilah Jawaban Atas Fitnah Kepada Suharto. Ternyata Semuanya Hanyalah Kebohongan Belaka.







Para antek-antek PKI atau orang-orang dengan faham Marxis memang ahli dlm merekayasa sebuah cerita Bohong dgn tujuan "Character Assasination" thdp Bpk Suharto. Mereka bingung mau mendiskreditkan Suharto karena secara pribadi Suharto tdk memiliki kelainan Moral atau kelainan Susila, lalu mereka merekayasa cerita-cerita Fitnah agar sosok Suharto terlihat buruk & dibenci rakyat Indonesia. Semua cerita Fitnah terhadap Suharto bertujuan untuk memperkuat rekayasa cerita yang mereka karang yang menempatkan Suharto sebagai Dalang G30S/PKI. Berikut ini penulis akan membuktikan 3 cerita negatif tentang Suharto dan mnunjukkan bila cerita buruk/negatif tentang Suharto hanyalah rekayasa atau karang-karangan belaka. Mereka mampu melakukan rekayasa cerita-cerita tersebut dengan bersembunyi dibalik filosofi Suharto, "Mikhul Dhuwur Mendhem Jero" dan semboyan untuk menghargai para pahlawan "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa para pahlawannya".




Berikut penulis akan membuktikan bahwa berbagai versi cerita yang menempatkan Suharto sebagai sosok yang  jahat dan kotor adalah fitnah belaka. Penulis akan membuktikan kalau semua versi cersi itu adalah cerita bohong.

1. Salah satu versi bercerita bila Dede Yusuf adalah anak Suharto hasil hubungan gelapnya dengan artis Rahayu Effendi. Tujuan dari versi cerita adalah agar terlihat jika Suharto lebih busuk dari Sukarno yang memang dikenal sebagai sosok manusia pengejar selangkangan perempuan. Mereka membuat versi cerita ini dengan mengaitkan kemiripan wajah Dede Yusuf dengan wajah Tommy Suharto dan Bambang Trihatmojo. Mereka bahkan merekayasa seolah-olah cerita tersebut benar dengan memuat cerita pernah terjadi wawancara dengan para tetangga artis Rahayu Effendi bahwa pernah terjadi penyiraman tinja ke rumah Rahayu Effendi yang di Bogor.

Bila kita menelusuri tanggal kelahiran Dede Yusuf maka kita akan menemukan bukti bila versi cerita ini cerita bohong tersebut. Dari tanggal kelahiran tersebut muncul kesimpulan bahwa affair mereka terjadi sebelum tahun 1966 atau tepatnya sebelum bulan Desember 1965. Kita semua tentu tahu bahwa pasca 30 September 1965 keadaan Indonesia sangat genting. Suharto disibukan dengan tindakan konsolidasi atas semua prajurit TNI AD. Berarti versi cerita ini terbukti FITNAH dan BOHONG.




2. Versi cerita yang lain bercerita jika Suharto memiliki dendam pribadi kepada semua korban yang dibantai di Lubang Buaya. Suharto diceritakan pernah melakukan tindakan pidana kriminal ditahun 1959 saat menjabat sebagai Pangdam Diponegoro yaitu melakukan pencurian pentil dan ban milik korps AD. Dalam peristiwa ini dikarang cerita jika yang melakukan penangkapan adalah Ahmad Yani dan Nasution. Bahkan Ahmad Yani diceritakan sempat menampar Suharto karena dianggap melakukan perbuatan yang mempermalukan korps AD.

Inilah Situs  yg memuat Fitnah bila Suharto memiliki Dendam pada para korban G30S/PKI



Versi cerita ini juga memuat jika Suprapto, S Parman, Sutoyo, DI Panjaitan, MT Haryono merupakan anggota Oditur Militer yang ditugaskan mengadili kasus Suharto. Inilah yang “katanya” membuat Suharto merasa dendam kepada mereka semua. Versi cerita ini juga mengarang cerita jika telah terjadi wawancara dengan Pranoto yang merupakan bawahan Suharto di Kodam Diponegoro. Diceritakan bila Suharto menganggap Pranotolah yang mengadukan kasus ini kepada Ahmad Yani.

Bila kita menelusuri tahun kejadian dan pangkat yang disandang Suharto saat kasus pencurian pentil dan ban yaitu tahun 1959 dengan tahun pengangkatan Suharto sebagai Panglima Trikora ditahun 1961 maka dapat diambil kesimpulan jika versi cerita ini juga bohong alias hanya Fitnah dengan tujuan mendiskreditkan Suharto agar dibenci Rakyat Indonesia. Apakah mungkin para petinggi TNI AD begitu bodoh dalam mempromosikan prajuritnya yang terlibat kasus pidana criminal kejenjang yang lebih tinggi ? Bagaimana mungkin seorang prajurit yang terlibat pidana kriminal mendapat kenaikan pangkat hingga 2 kali dalam waktu 2 tahun ? Berarti versi cerita inipun hanyalah karang-karangan belaka dengan tujuan mendiskreditkan Suharto agar dibenci rakyat Indonesia.



3. Suharto dikabarkan merupakan anak dari Tauke China. Cerita ini dikarang berdasarkan wajah Suharto yang Oriental. Ingat ! Nenek Moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan yang merupakan wilayah China daratan. Kemiripan wajah Suharto dengan wajah pangeran Narodom Sihaounuk dijadikan alat untuk memperkuat alur cerita yang mereka karang. Ketidak jelasan siapa orang tua Suharto menjadi senjata mereka untuk semakin menyudutkan Suharto. Mereka juga meniupkan cerita kalau Liem Sie Liong merupakan saudara tiri dari Suharto. Lagi-lagi penulis dapat membantah cerita-cerita miring seperti itu. 

Cerita seperti ini lagi-lagi bertujuan untuk mendiskreditkan Suharto agar kian dibenci oleh rakyat Indonesia. Untuk cerita seperti ini dengan tegas penulis mengatakan kalau cerita tersebut adalah cerita Fitnah. Penulis menarik kesimpulan setelah 2 Fitnah terdahulu memang menunjukan kalau cerita negatif tentang masa lalu Suharto merupakan rekayasa busuk dari orang-orang yang membenci Suharto dalam hal ini mereka adalah para Antek-Antek PKI yang berhaluan MARXIS.



 

----000----
----000----

3 komentar: