Para antek-antek PKI atau orang-orang dengan faham Marxis
memang ahli dlm merekayasa sebuah cerita Bohong dgn tujuan "Character
Assasination" thdp Bpk Suharto. Mereka bingung mau mendiskreditkan Suharto
karena secara pribadi Suharto tdk memiliki kelainan Moral atau kelainan Susila,
lalu mereka merekayasa cerita-cerita Fitnah agar sosok Suharto terlihat buruk
& dibenci rakyat Indonesia. Semua cerita Fitnah terhadap Suharto bertujuan
untuk memperkuat rekayasa cerita yang mereka karang yang menempatkan Suharto
sebagai Dalang G30S/PKI. Berikut ini penulis akan membuktikan 3 cerita negatif
tentang Suharto dan mnunjukkan bila cerita buruk/negatif tentang Suharto
hanyalah rekayasa atau karang-karangan belaka. Mereka mampu melakukan rekayasa
cerita-cerita tersebut dengan bersembunyi dibalik filosofi Suharto,
"Mikhul Dhuwur Mendhem Jero" dan semboyan untuk menghargai para
pahlawan "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai
jasa para pahlawannya".
Berikut penulis akan membuktikan bahwa berbagai versi cerita
yang menempatkan Suharto sebagai sosok yang jahat dan kotor adalah fitnah belaka. Penulis
akan membuktikan kalau semua versi cersi itu adalah cerita bohong.
1. Salah satu versi bercerita bila Dede Yusuf adalah anak
Suharto hasil hubungan gelapnya dengan artis Rahayu Effendi. Tujuan dari versi
cerita adalah agar terlihat jika Suharto lebih busuk dari Sukarno yang memang
dikenal sebagai sosok manusia pengejar selangkangan perempuan. Mereka membuat
versi cerita ini dengan mengaitkan kemiripan wajah Dede Yusuf dengan wajah
Tommy Suharto dan Bambang Trihatmojo. Mereka bahkan merekayasa seolah-olah
cerita tersebut benar dengan memuat cerita pernah terjadi wawancara dengan para
tetangga artis Rahayu Effendi bahwa pernah terjadi penyiraman tinja ke rumah
Rahayu Effendi yang di Bogor.
Bila kita menelusuri tanggal kelahiran Dede Yusuf maka kita
akan menemukan bukti bila versi cerita ini cerita bohong tersebut. Dari tanggal
kelahiran tersebut muncul kesimpulan bahwa affair mereka terjadi sebelum tahun
1966 atau tepatnya sebelum bulan Desember 1965. Kita semua tentu tahu bahwa
pasca 30 September 1965 keadaan Indonesia sangat genting. Suharto disibukan
dengan tindakan konsolidasi atas semua prajurit TNI AD. Berarti versi cerita
ini terbukti FITNAH dan BOHONG.
2. Versi cerita yang lain bercerita jika Suharto memiliki
dendam pribadi kepada semua korban yang dibantai di Lubang Buaya. Suharto
diceritakan pernah melakukan tindakan pidana kriminal ditahun 1959 saat menjabat
sebagai Pangdam Diponegoro yaitu melakukan pencurian pentil dan ban milik korps
AD. Dalam peristiwa ini dikarang cerita jika yang melakukan penangkapan adalah
Ahmad Yani dan Nasution. Bahkan Ahmad Yani diceritakan sempat menampar Suharto
karena dianggap melakukan perbuatan yang mempermalukan korps AD.
![]() | ||
| Inilah Situs yg memuat Fitnah bila Suharto memiliki Dendam pada para korban G30S/PKI |
Versi cerita ini juga memuat jika Suprapto, S Parman,
Sutoyo, DI Panjaitan, MT Haryono merupakan anggota Oditur Militer yang
ditugaskan mengadili kasus Suharto. Inilah yang “katanya” membuat Suharto
merasa dendam kepada mereka semua. Versi cerita ini juga mengarang cerita jika
telah terjadi wawancara dengan Pranoto yang merupakan bawahan Suharto di Kodam
Diponegoro. Diceritakan bila Suharto menganggap Pranotolah yang mengadukan
kasus ini kepada Ahmad Yani.
Bila kita menelusuri tahun kejadian dan pangkat yang
disandang Suharto saat kasus pencurian pentil dan ban yaitu tahun 1959 dengan tahun
pengangkatan Suharto sebagai Panglima Trikora ditahun 1961 maka dapat diambil
kesimpulan jika versi cerita ini juga bohong alias hanya Fitnah dengan tujuan mendiskreditkan
Suharto agar dibenci Rakyat Indonesia. Apakah mungkin para petinggi TNI AD
begitu bodoh dalam mempromosikan prajuritnya yang terlibat kasus pidana criminal
kejenjang yang lebih tinggi ? Bagaimana mungkin seorang prajurit yang terlibat
pidana kriminal mendapat kenaikan pangkat hingga 2 kali dalam waktu 2 tahun ?
Berarti versi cerita inipun hanyalah karang-karangan belaka dengan tujuan
mendiskreditkan Suharto agar dibenci rakyat Indonesia.
3. Suharto dikabarkan merupakan anak dari Tauke China.
Cerita ini dikarang berdasarkan wajah Suharto yang Oriental. Ingat ! Nenek
Moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan yang merupakan wilayah China
daratan. Kemiripan wajah Suharto dengan wajah pangeran Narodom Sihaounuk
dijadikan alat untuk memperkuat alur cerita yang mereka karang. Ketidak jelasan
siapa orang tua Suharto menjadi senjata mereka untuk semakin menyudutkan
Suharto. Mereka juga meniupkan cerita kalau Liem Sie Liong merupakan saudara
tiri dari Suharto. Lagi-lagi penulis dapat membantah cerita-cerita miring
seperti itu.
Cerita seperti ini lagi-lagi bertujuan untuk mendiskreditkan
Suharto agar kian dibenci oleh rakyat Indonesia. Untuk cerita seperti ini
dengan tegas penulis mengatakan kalau cerita tersebut adalah cerita Fitnah.
Penulis menarik kesimpulan setelah 2 Fitnah terdahulu memang menunjukan kalau
cerita negatif tentang masa lalu Suharto merupakan rekayasa busuk dari
orang-orang yang membenci Suharto dalam hal ini mereka adalah para Antek-Antek
PKI yang berhaluan MARXIS.
----000----
----000----


betul skali...
BalasHapusSeep
BalasHapusSeep
BalasHapus